JAKARTA - Sejumlah influencer mengklaim mengalami intimidasi setelah menyampaikan kritik terkait penanganan bencana di Sumatera, di tengah upaya pemerintah yang sedang fokus pada bantuan darurat dan pemulihan wilayah terdampak.
Pemerintah menyatakan fokus utama saat ini adalah keselamatan warga, pemulihan akses vital, dan pemenuhan kebutuhan dasar korban bencana. Langkah konkret seperti pembangunan jembatan bailey dan pembukaan jalur logistik telah dilakukan.
Kritik Digital dan Fakta di Lapangan
Ruang digital pascabencana diramaikan dengan kritik terhadap respons pemerintah. Namun, pemerintah menilai sebagian narasi tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan. Koordinasi intensif antara pemerintah pusat dan daerah terus dilakukan untuk memastikan distribusi bantuan yang bertahap dan merata.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen negara untuk hadir bagi seluruh rakyat tanpa memandang latar belakang politik atau wilayah. Hal ini diwujudkan melalui pembangunan jembatan bailey, pemulihan jaringan listrik, dan pengamanan fasilitas publik.
Kamaksi: Jangan Bangun Opini di Atas Penderitaan Korban
Koordinator Kaukus Muda Anti Korupsi (Kamaksi), Joko Priyoski, mengingatkan agar isu bencana tidak dijadikan komoditas opini yang mengaburkan kerja kemanusiaan pemerintah.
"Kami melihat pemerintah Presiden Prabowo bekerja cepat dan konkret dalam penanganan bencana. Jangan membangun narasi seolah negara absen, apalagi memainkan klaim teror tanpa bukti jelas. Fokus utama saat ini adalah keselamatan dan pemulihan warga korban bencana," ujar Joko Priyoski.
Menurut Joko, kritik tetap sah disampaikan, namun harus berbasis data dan disampaikan secara bertanggung jawab agar tidak menimbulkan kegaduhan.