PORTALBANTEN -- PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) mencatatkan prestasi gemilang dengan laba periode berjalan mencapai Rp474,5 miliar hingga kuartal III 2025. Pencapaian ini menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 12,3 persen dibandingkan tahun lalu, menandakan keberhasilan strategi efisiensi yang diterapkan perusahaan.
Asruddin, Plt Direktur Utama SBI, menyatakan, "Kami terus memperkuat efisiensi operasional dan transformasi komersial agar tetap kompetitif dan menjadi pilihan pelanggan," pada Sabtu (1/11/2025).
Meski pendapatan mengalami penurunan sebesar 9,9 persen menjadi Rp7,8 triliun, langkah efisiensi yang diambil berhasil menekan beban pokok pendapatan hingga 12,8 persen, sehingga laba kotor meningkat menjadi Rp1,7 triliun.
SBI juga berkomitmen untuk memperkuat operational excellence melalui inisiatif dekarbonisasi dan transisi menuju energi bersih. Ini termasuk penggunaan bahan bakar alternatif, digitalisasi proses produksi, serta penerapan teknologi Hydrogen Rich Gas (HRG) di Pabrik Narogong, yang merupakan yang pertama di Asia Tenggara.
Hingga September 2025, sekitar 45 persen dari total pendapatan SBI berasal dari produk dan layanan berkelanjutan, seperti semen Dynamix dan Semen Andalas, serta beton inovatif yang bernilai tambah. Produk-produk dari SBI juga berkontribusi dalam berbagai proyek strategis, termasuk pembangunan Tol Porong–Pandaan, perbaikan jalan di Boyolali, dan Dermaga Kalibaru tahap 1B.
"Ke depan, industri semen akan tetap dinamis. Bersama SIG, kami akan terus memperkuat keunggulan kompetitif dan menghadirkan inovasi untuk pertumbuhan berkelanjutan," tutup Asruddin.*