PORTAL BANTEN — Peneliti senior Citra Institute, Efriza, menilai kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto yang memberikan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) kepada prajurit TNI peraih medali emas SEA Games 2025 sebagai langkah yang tepat dan layak diapresiasi.
Menurut Efriza, keputusan tersebut mencerminkan perhatian tinggi dari presiden terhadap atlet berprestasi, sekaligus menunjukkan komitmen negara dalam menghargai dedikasi atlet profesional yang telah mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional.
"Presiden Prabowo sudah tepat memberikan penghargaan terbaik bagi atlet berprestasi. Ini menunjukkan perhatian serius presiden terhadap nasib atlet serta sikap pemerintah yang menghargai capaian luar biasa mereka," ujar Efriza, Jumat (10/1/2026).
Ia secara khusus menyoroti prestasi Rizki Juniansyah, lifter TNI yang meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor dunia pada SEA Games 2025. Menurutnya, capaian tersebut layak mendapat apresiasi istimewa dari negara.
"Prestasi Rizki Juniansyah yang meraih emas dan memecahkan rekor dunia adalah pencapaian luar biasa. Ini menunjukkan dedikasi dan kerja keras atlet yang membawa kehormatan bagi Indonesia," tambahnya.
Efriza menjelaskan bahwa kenaikan pangkat luar biasa yang diberikan kepada Rizki merupakan bentuk apresiasi simbolik sekaligus motivasi, meskipun berada di luar kelaziman sistem kenaikan pangkat dalam dunia militer.
"Kenaikan pangkat ini didasari karena Rizki telah mengangkat kehormatan Indonesia di tingkat dunia. Praktik ini merupakan pengecualian yang dimaksudkan sebagai bentuk penghargaan dan dorongan moral bagi atlet lainnya," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kebijakan tersebut sejalan dengan prinsip reward and punishment yang berlaku di tubuh TNI, di mana prajurit yang berprestasi diberikan penghargaan yang layak.
"Saya mendukung penuh sikap Presiden Prabowo. Ini menjadi angin segar bagi masa depan atlet Indonesia dan menunjukkan kepedulian negara terhadap mereka yang berprestasi," tutup Efriza.