PORTALBANTEN.NETPemborong proyek pembangunan Sarana Air Bersih (SAB) yang berlokasi di depan Musholla Nurul Iman, Kampung Cibugel RT 022/002, Desa Bojongloa, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Barkah, akhirnya memberikan klarifikasi terkait sorotan publik terhadap proyek yang sempat menjadi perbincangan.

Sebelumnya, proyek tersebut disorot karena disebut tidak memasang papan informasi publik serta para pekerja di lapangan dinilai belum menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap sesuai standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Menanggapi hal itu, Barkah membantah anggapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa papan informasi proyek telah diserahkan kepada orang kepercayaannya, Riki, yang bertugas sebagai pelaksana lapangan. Selain itu, seluruh perlengkapan K3 seperti rompi, helm keselamatan, dan sepatu boot juga telah disediakan sesuai dengan jumlah pekerja yang terlibat dalam proyek.

Barkah mengaku berterima kasih kepada insan pers yang telah memberikan perhatian dan masukan terhadap pelaksanaan proyek yang dikerjakannya. Menurutnya, kritik dan pemberitaan merupakan bentuk kontrol sosial yang dapat menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan pekerjaan semakin baik.

"Kalau memang ada kekurangan dalam pekerjaan, silakan tegur saya sebagai pemborong. Justru itu menjadi ilmu dan pembelajaran bagi saya maupun para pekerja agar ke depannya bisa bekerja lebih baik lagi. Untuk penggunaan semen memang sengaja lebih banyak agar bangunan lebih kuat dan kokoh. Pengiriman semen juga dilakukan bertahap karena jika dikirim sekaligus dikhawatirkan mengeras," ujar Barkah kepada awak media.

Ia juga menegaskan bahwa setiap masukan dari wartawan telah diteruskan kepada mandor maupun pekerja di lapangan agar segera ditindaklanjuti.

"Silakan tegur pemborongnya kalau memang ada yang kurang. Terima kasih atas semua masukannya. Semua saran dari rekan-rekan wartawan sudah saya sampaikan kepada mandor dan para pekerja di lapangan," tambahnya.

Barkah berharap komunikasi yang baik antara pelaksana proyek, masyarakat, dan media dapat terus terjalin sehingga pembangunan infrastruktur yang menggunakan anggaran negara dapat berjalan dengan baik, transparan, serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.