PORTALBANTEN.NET – Proyek pembangunan Sarana Air Bersih (SAB) yang berlokasi di depan Mushola Nurul Iman, Kampung Cibugel RT 022/002, Desa Bojongloa, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan. Pasalnya, pekerjaan yang disebut telah berjalan sekitar empat hari itu diduga tidak dilengkapi Papan Informasi Publik (PIP), sehingga memunculkan pertanyaan terkait sumber anggaran, nilai proyek, hingga pelaksana kegiatan.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Sabtu (25/7/2026), aktivitas pembangunan tetap berlangsung meski papan informasi proyek belum terlihat terpasang. Kondisi tersebut dinilai bertentangan dengan prinsip keterbukaan informasi publik yang memberikan hak kepada masyarakat untuk mengetahui informasi terkait proyek yang menggunakan anggaran negara.

Tidak adanya papan informasi membuat warga tidak dapat mengetahui asal pendanaan, besaran anggaran, nama penyedia jasa, maupun jangka waktu pelaksanaan pekerjaan. Padahal, transparansi proyek pemerintah menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pembangunan yang akuntabel.

Selain persoalan papan informasi, dugaan pelanggaran terhadap penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga mencuat. Sejumlah pekerja terlihat tidak menggunakan perlengkapan keselamatan secara lengkap saat melakukan aktivitas pembangunan.

Salah seorang pekerja mengaku proyek tersebut telah dikerjakan selama kurang lebih empat hari dan dipimpin oleh seorang pelaksana bernama Riki.

"Pekerjaan sudah empat hari. Pelaksananya Riki. Kami tidak tahu siapa pengawas dari dinas, tidak tahu juga nama CV yang mengerjakan. Kami hanya bekerja," ujar salah seorang pekerja kepada awak media.

Pekerja tersebut juga mengungkapkan bahwa perlengkapan keselamatan seperti helm, rompi, dan sepatu boot hanya disediakan dalam jumlah terbatas.

"Helm, rompi, sama sepatu boot kadang dipakai hanya untuk foto laporan saja. Yang disediakan paling satu atau dua set, dipakai bergantian saat dokumentasi. Setelah itu kami kerja seperti biasa karena kalau pakai helm terus dianggap kurang nyaman saat bekerja," ungkapnya.

Ia juga menjelaskan material yang digunakan dalam pembangunan, di antaranya semen merek Jakarta, besi berdiameter 16 milimeter untuk tiang, serta pekerjaan pengeboran sumur yang dikerjakan oleh tim berbeda sebelum pembangunan struktur SAB dilakukan.