JAKARTA — Yayasan Wardhana Nawasena Network resmi meluncurkan film dokumenter berjudul Wanam: Menanam Masa Depan di Tanah Papua di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (9/7). Film ini merekam proses transformasi kawasan Wanam di Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, yang diproyeksikan menjadi salah satu penopang ketahanan pangan nasional.

Melalui dokumenter tersebut, publik diperlihatkan perubahan kawasan Wanam yang sebelumnya didominasi lahan rawa terisolasi menjadi area pertanian skala besar. Sejak pembentukan Provinsi Papua Selatan pada 2022, kawasan ini resmi masuk dalam skema Proyek Strategis Nasional (PSN) di sektor pangan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan krisis iklim, pertumbuhan penduduk, dan dinamika ekonomi global.

Pembangunan di Wanam berfokus pada pengelolaan tata air lahan rawa dan penyediaan infrastruktur pendukung, seperti jalan produksi, sistem pengairan, drainase, pelabuhan, bandara, serta fasilitas pendidikan dan kesehatan.

Penerapan teknologi pertanian di kawasan basah ini mulai menunjukkan hasil konkret, salah satunya melalui panen raya demplot padi pada tahun 2025. Perwakilan Satuan Tugas (Satgas) Pangan menyampaikan bahwa pencapaian ini membuktikan kelayakan tanah Wanam untuk budidaya pertanian.

"Panen ini menunjukkan bahwa Wanam sangat layak dan cocok untuk lahan pertanian, sekaligus menggugurkan isu-isu negatif yang menyatakan sebaliknya," ujar perwakilan Satgas Pangan saat acara panen yang dihadiri tokoh masyarakat, agama, dan aparat setempat.

Keterlibatan masyarakat lokal dan masyarakat adat menjadi pilar utama dalam proyek ini, mulai dari tahap survei lapangan, pembukaan jalan, hingga pengolahan lahan. Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja dan menggerakkan roda perekonomian lokal.

Seorang tokoh masyarakat Wanam mengungkapkan rasa optimisnya terhadap perubahan tersebut. "Kami harus bersyukur karena dari dulu kita tidak bisa bikin apa-apa. Pembangunan ini bukan hanya untuk kita nikmati sekarang, tetapi juga untuk anak cucu nanti," tuturnya.

Sementara itu, pemerhati sosial dan kebangsaan Yudi Latif menyoroti pentingnya peran Papua bagi masa depan bangsa. Menurutnya, keunikan flora, fauna, serta potensi sumber daya alam Papua merupakan aset vital Indonesia yang menjadi perhatian dunia.

Di sisi lain, Pembina Yayasan Wardhana Nawasena Network, Dean Ramella, menekankan pentingnya sikap kritis masyarakat terhadap arus informasi mengenai proyek strategis negara.