JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memberikan klarifikasi resmi terkait narasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan penggunaan jet pribadi saat melakukan kunjungan kerja ke Bali. Ia menegaskan bahwa pesawat yang digunakannya bukan merupakan jet pribadi sewaan maupun milik perorangan, melainkan pesawat operasional milik negara.

Dody menjelaskan, armada udara tersebut berada di bawah pengelolaan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan dipinjam secara resmi untuk mendukung mobilitas serta kelancaran tugas kedinasan antarkementerian.

"Itu pesawat milik Kemenhub, bukan private jet. Kita pinjam untuk operasional kunker," ujar Dody kepada media di Jakarta.

Lebih lanjut, Dody membeberkan bahwa fasilitas yang ditumpanginya merupakan pesawat kalibrasi milik Kemenhub. Pemanfaatan pesawat operasional pemerintah ini dilakukan dengan mempertimbangkan efektivitas waktu, efisiensi perjalanan, serta fleksibilitas agenda peninjauan sejumlah proyek strategis nasional.

Dalam kunjungan kerjanya ke Bali, Dody berfokus melakukan pengawasan dan evaluasi langsung terhadap kesiapan infrastruktur Sekolah Rakyat. Kementerian PU bertugas memastikan seluruh fasilitas pendidikan tersebut siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Dody meninjau berbagai aspek teknis di lapangan, mulai dari kualitas konstruksi bangunan, fasilitas sanitasi, pencahayaan ruang kelas, hingga sarana penunjang lainnya. Berdasarkan data Kementerian PU, saat ini sebanyak 82 Sekolah Rakyat telah dinyatakan fungsional dan terus disempurnakan sebelum beroperasi secara penuh.

Penjelasan resmi ini diharapkan dapat meluruskan simpang siur informasi di masyarakat. Pemerintah menilai pengawasan publik terhadap penggunaan fasilitas negara merupakan bentuk transparansi dan akuntabilitas. Dengan adanya klarifikasi ini, fokus perhatian diharapkan dapat kembali pada percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan bagi masyarakat.