PORTALBANTEN.NET – Polresta Tangerang menyampaikan belasungkawa atas wafatnya seorang tahanan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika berinisial HW yang meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Kramat Jati pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.
Sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga almarhum, jajaran Polresta Tangerang turut mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung. Langkah tersebut dilakukan sebagai wujud empati atas musibah yang dialami keluarga HW.
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan tersebut.
Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, Water Bombing Dikerahkan dan Puluhan Warga Dievakuasi
Selain menyampaikan belasungkawa, Kapolresta juga menegaskan bahwa selama menjalani masa penahanan, HW tetap memperoleh hak-haknya, termasuk pelayanan kesehatan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Menurut Indra, HW diamankan pada 12 April 2026 dan resmi ditahan sehari setelahnya. Selama berada di rumah tahanan Polresta Tangerang, kondisi kesehatannya terus dipantau oleh petugas. Setiap kali mengeluhkan sakit, petugas segera berkoordinasi dengan tim Dokkes untuk memberikan pemeriksaan dan penanganan medis.
Riwayat penanganan medis HW dimulai pada 9 Juni 2026 ketika ia mengeluhkan kondisi kesehatannya dan langsung dibawa ke RSUD Tigaraksa. Setelah menjalani pemeriksaan laboratorium serta rontgen, dokter memutuskan HW menjalani rawat jalan dan kembali ke ruang tahanan dengan membawa obat sesuai anjuran medis.
Namun, pada 19 Juni 2026 kesehatannya kembali memburuk sehingga penyidik bersama tim Dokkes kembali merujuknya ke RSUD Tigaraksa guna memperoleh pemeriksaan lanjutan dan terapi medis.
Kondisi HW kembali menurun pada 26 Juni 2026 setelah mengalami diare. Melihat kondisi tersebut, petugas segera mengevakuasi HW menggunakan ambulans menuju RS Kramat Jati agar mendapatkan penanganan yang lebih intensif.
Di rumah sakit, dokter mendiagnosis HW mengalami dehidrasi sehingga harus menjalani terapi cairan melalui tiga kantong infus. Tim medis kemudian memutuskan untuk merawatnya di ruang High Care Unit (HCU). Setelah tiga hari menjalani perawatan intensif dan kondisinya dinilai membaik, HW dipindahkan ke ruang Melati untuk melanjutkan masa pemulihan.