PORTALBANTEN.NET – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Suyudi Ario Seto, memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polda Bangka Belitung atas keberhasilan mereka dalam mengungkap dan menindak tegas peredaran narkotika di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

Apresiasi tersebut disampaikan Suyudi saat melakukan kunjungan kerja ke Bangka Belitung. Ia menilai upaya Polda Babel dalam memberantas narkoba menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keamanan wilayah dari ancaman peredaran gelap narkotika.

“Saya ucapkan terima kasih atas upaya-upaya yang dibangun oleh Polda Bangka Belitung, beberapa waktu lalu bisa mengamankan narkoba jenis ketamin dan juga narkoba yang lain,” ujar Suyudi usai menghadiri pengukuhan Saka Anti Narkoba se-Indonesia di Kantor Gubernur Babel, Kamis (23/5/2026).

Lebih lanjut, Suyudi menegaskan bahwa penanganan narkotika tidak hanya berfokus pada penindakan semata, tetapi juga harus diimbangi dengan upaya pencegahan serta rehabilitasi bagi para pengguna. Menurutnya, pendekatan humanis penting untuk membantu para korban penyalahgunaan narkoba agar dapat kembali pulih dan berfungsi di tengah masyarakat.

“Penanganan narkotika bukan hanya pemberantasan, tetapi juga pencegahan dan rehabilitasi. Kita harus merawat dan mengembalikan mereka yang sudah terjerumus agar kembali sehat,” tambahnya.

Ia juga menyoroti posisi strategis Bangka Belitung sebagai wilayah kepulauan dengan garis pantai yang panjang dan akses langsung ke perairan internasional. Kondisi tersebut menjadikan daerah ini rawan dimanfaatkan sebagai jalur masuk narkotika melalui “jalur tikus”.

“Bangka Belitung adalah provinsi yang sangat strategis, sehingga potensi penyelundupan melalui jalur-jalur tidak resmi harus menjadi perhatian bersama,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Suyudi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam memerangi narkotika. Ia menegaskan bahwa upaya pemberantasan tidak dapat dilakukan oleh aparat saja, melainkan membutuhkan dukungan informasi dan partisipasi publik.

“BNN tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan masyarakat, terutama dalam memberikan informasi terkait peredaran maupun produksi narkotika,” tegasnya.