PORTALBANTEN.NET — Sebanyak 319 anak usia dini mengikuti kegiatan Gebyar Prasiaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tahun 2026 yang digelar di SKI Katulampa, Kota Bogor. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Ketua PKK Kota Bogor yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD, Yantie Rachim.
Acara yang diinisiasi oleh Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI-PGRI) Kota Bogor ini melibatkan peserta dari enam kecamatan. Anak-anak tampak antusias mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang dirancang edukatif dan menyenangkan, mulai dari permainan interaktif, festival kreativitas, hingga kegiatan perkemahan.
Yantie Rachim mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut dan berharap Gebyar Prasiaga dapat menjadi agenda rutin tahunan. Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki manfaat besar dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini.
“Kalau bisa sering dilaksanakan, karena kegiatan ini sangat baik dan memiliki manfaat besar dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini. Anak-anak bisa belajar sambil bermain dan perhatiannya juga bisa teralihkan dari gadget,” ujar Yantie, Rabu (8/4/2026).
Ia menekankan bahwa metode belajar sambil bermain merupakan pendekatan yang tepat bagi anak usia PAUD. Melalui aktivitas di luar kelas, anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga mampu mengenal lingkungan sekitar secara langsung.
Selain itu, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai penting seperti menjaga kebersihan lingkungan, misalnya dengan membiasakan anak membuang sampah pada tempatnya. Interaksi sosial yang terbangun selama kegiatan dinilai lebih bermanfaat dibandingkan penggunaan gadget yang berlebihan.
“Anak-anak belajar mengenal lingkungan, mengenal sesama, serta membangun interaksi sosial sejak dini. Ini jauh lebih baik dibandingkan terlalu sering bermain gadget,” paparnya.
Yantie juga mengingatkan pentingnya memberikan ruang bermain yang cukup bagi anak usia dini, dibandingkan membebani mereka dengan kemampuan akademik seperti membaca, menulis, dan berhitung secara dini.
“Biarkan anak-anak memiliki waktu bermain yang cukup. Dengan begitu, saat masuk sekolah dasar mereka tidak merasa jenuh dan dapat mengikuti pembelajaran dengan lebih optimal,” imbuhnya.