PORTALBANTEN.NET – Gelombang solidaritas untuk Palestina kembali menggema di Kota Bogor. Umat Islam dari berbagai elemen yang tergabung dalam Majelis Ukhuwah Bogor Raya (MUBR) menggelar Aksi Bela Palestina dan Selamatkan Masjid Al-Aqsha pada Jumat (10/4/2026).
Kegiatan diawali dengan titik kumpul di Masjid Raya Bogor, kemudian dilanjutkan dengan longmarch menuju kawasan Tugu Kujang sebagai pusat aksi. Sepanjang perjalanan, massa tampak membawa bendera Palestina, poster, serta spanduk berisi pesan dukungan dan kecaman terhadap penjajahan yang terjadi.
Ketua MUBR, Ustaz Abdul Qodir Nurhasan, dalam orasinya menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi yang dialami rakyat Palestina. Ia mengungkapkan bahwa korban jiwa akibat konflik yang terus berlangsung semakin meningkat, dengan mayoritas korban berasal dari kalangan perempuan dan anak-anak.
Menurutnya, situasi di Masjid Al-Aqsha juga semakin memprihatinkan. Pembatasan akses ibadah hingga penutupan dalam kurun waktu tertentu, serta aksi penyerbuan yang dilakukan secara berulang, dinilai sebagai bentuk pelanggaran terhadap kesucian salah satu situs suci umat Islam tersebut.
Selain itu, ia juga menyoroti kebijakan terbaru yang dinilai semakin menekan rakyat Palestina, termasuk ancaman hukuman berat terhadap warga yang kerap menjadi korban penangkapan tanpa dasar yang jelas.
Dalam kesempatan tersebut, MUBR menyampaikan tujuh poin tuntutan sebagai bentuk sikap dan solidaritas. Di antaranya adalah mendesak penghentian segera kekerasan di Gaza, menyerukan persatuan negara-negara Muslim untuk mengambil langkah strategis, serta menuntut dibukanya akses Masjid Al-Aqsha secara permanen bagi umat Islam.
MUBR juga mengajak masyarakat luas untuk terus menyuarakan dukungan, meningkatkan bantuan kemanusiaan, serta memperkuat gerakan boikot terhadap produk yang terafiliasi dengan Israel. Selain itu, umat Islam diimbau untuk menjaga persatuan dan tidak terpecah oleh perbedaan, serta mendukung perjuangan melawan dominasi global yang dianggap merugikan umat.
Tak hanya itu, seruan juga ditujukan kepada Pemerintah Indonesia agar mengambil sikap tegas dalam mendukung kemerdekaan Palestina, termasuk mengevaluasi kebijakan luar negeri yang dinilai tidak sejalan dengan semangat perjuangan tersebut.
Aksi ini turut dihadiri sejumlah tokoh agama, habaib, dan pimpinan organisasi Islam di Bogor. Kehadiran mereka menambah semangat solidaritas yang ditunjukkan peserta, sekaligus memperkuat pesan bahwa dukungan terhadap Palestina adalah panggilan kemanusiaan yang tidak boleh diabaikan.