PORTALBANTEN.NET - Operator BMKG Jawa Barat merilis prakiraan cuaca yang perlu diwaspadai oleh masyarakat Kabupaten Sukabumi, khususnya wilayah Kecamatan Palabuhanratu. Hari ini diprediksi menjadi hari yang cukup dinamis, di mana transisi antara cuaca berawan dan potensi hujan ringan akan mendominasi sepanjang hari. Bagi para nelayan, wisatawan, dan warga lokal, memahami pergerakan suhu dan kelembapan sangat penting untuk merencanakan aktivitas harian.

Ringkasan Prakiraan Cuaca Terkini:

WaktuKondisiSuhuKelembapan
01:00Hujan Ringan23°C94%
04:00Berawan24°C90%
07:00Berawan25°C87%
10:00Berawan29°C74%
13:00Hujan Ringan29°C86%
16:00Hujan Ringan27°C89%
19:00Berawan26°C90%
22:00Cerah Berawan24°C92%

Kondisi Cuaca Pagi hingga Siang

Memasuki dini hari, kondisi di Palabuhanratu masih cukup lembap dengan potensi Hujan Ringan pada pukul 01:00, ditandai dengan suhu udara 23°C dan kelembapan mencapai titik tertinggi, yaitu 94%. Bagi para pemandu wisata bahari yang memulai aktivitas sangat pagi, perlu diperhatikan potensi penurunan jarak pandang akibat gerimis.

Memasuki pagi hari (04:00 hingga 07:00), cuaca berangsur membaik menjadi Berawan. Suhu akan perlahan naik dari 24°C menjadi 25°C, sementara kelembapan mulai menurun tipis menjadi 87%. Ini adalah waktu yang ideal bagi para pekerja lapangan atau atlet pagi untuk memulai rutinitas sebelum panas mencapai puncaknya.

Menjelang tengah hari (10:00), suhu udara diprediksi mencapai puncaknya, menyentuh angka 29°C. Meskipun masih dalam kondisi Berawan, kelembapan relatif turun signifikan menjadi 74%. Bagi panduan ahli yang sudah terbiasa dengan iklim tropis, suhu ini masih tergolong nyaman untuk aktivitas berat, namun bagi pemula, ini adalah sinyal untuk mulai memastikan hidrasi tubuh tercukupi.

Prakiraan Sore dan Malam Hari

Titik balik cuaca terjadi pada siang menjelang sore hari, tepatnya pukul 13:00. BMKG memprakirakan Hujan Ringan kembali menyapa Palabuhanratu. Suhu tetap berada di level tertinggi 29°C, namun kelembapan melonjak drastis kembali ke angka 86%. Hal ini mengindikasikan intensitas awan kumulus yang tebal sebelum terjadi presipitasi.