PORTALBANTEN.NET – Sempat menjadi sorotan dan viral di media sosial, keberadaan JDEYO Bilyard & Cafe yang berlokasi di Kampung Saga RT 004/003, Desa Caringin, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, menuai berbagai tudingan. Namun, pemilik usaha, Ko Andi, membantah keras seluruh isu tersebut dan menegaskan bahwa usahanya telah mengantongi izin resmi serta beroperasi sesuai aturan.
Ko Andi menjelaskan bahwa seluruh proses perizinan pembangunan tempat bilyard tersebut telah ditempuh secara lengkap, termasuk koordinasi dengan pemerintah desa dan unsur Muspika setempat. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada praktik pemberian atau permintaan uang dalam proses tersebut.
“Semua izin sudah kami tempuh. Bahkan kami sudah bertemu dengan masyarakat, perangkat desa, dan pihak pemerintahan di wilayah Cisoka. Tidak ada permintaan ataupun pemberian uang sepeser pun. Jadi masyarakat tidak perlu berburuk sangka,” ujar Ko Andi kepada wartawan, Kamis (16/04/2026).
Lebih lanjut, Ko Andi menepis isu negatif yang menyebutkan adanya aktivitas menyimpang di tempat usahanya. Ia menegaskan bahwa JDEYO Bilyard & Cafe murni sebagai sarana olahraga dan hiburan sehat bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Bilyard ini adalah olahraga seperti yang lain. Tidak ada hal-hal negatif seperti yang diberitakan. Kami tidak menjual minuman keras dan tidak menyediakan perempuan pendamping. Saya pastikan itu tidak ada,” tegasnya.
Terkait insiden robohnya pagar bangunan yang sempat menimpa rumah warga, Ko Andi mengakui kejadian tersebut sebagai musibah yang tidak terduga. Ia menyebut persoalan itu telah diselesaikan secara kekeluargaan dengan pemilik rumah, Bram.
“Memang sempat terjadi miskomunikasi. Pagar saya roboh dan mengenai rumah Pak Bram yang berada di belakang bangunan. Namun semua sudah kami selesaikan, termasuk perbaikan rumah dan kompensasi. Bahkan Pak Bram sekarang ikut bekerja di sini,” jelasnya.
Ko Andi juga menegaskan komitmennya untuk memberdayakan masyarakat sekitar dengan memprioritaskan tenaga kerja lokal. Saat ini, JDEYO Bilyard & Cafe telah mempekerjakan sekitar 15 karyawan dalam dua shift, dan berencana menambah 15 tenaga kerja lagi ke depannya.
“Untuk warga sekitar, kami prioritaskan bekerja di sini. Kami juga membuka peluang bagi UMKM di sekitar untuk berkembang bersama,” tambahnya.