PORTALBANTEN.NET – Komitmen DR. Dudung Amadung Abdullah, SH, MH dalam memperjuangkan akses keadilan bagi masyarakat miskin dan kelompok dhuafa mendapat apresiasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ia resmi dinobatkan sebagai salah satu dari 10 Penegak Hukum Berprestasi Sahabat Dhuafa dan Masyarakat Miskin dalam ajang Malam Apresiasi Penegak Hukum yang digelar MUI.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Bidang Hukum MUI dalam rangkaian Pra Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) yang bersamaan dengan Mudzakarah Hukum Nasional di Hotel Grand Sahid Jaya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026).

Mengusung tema "Penguatan Misi Keumatan dan Sinergitas MUI dengan Penegak Hukum untuk Advokasi dan Perlindungan Hukum Bagi Kelompok Dhuafa dan Masyarakat Miskin", kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan kepada para penegak hukum yang dinilai memiliki integritas, dedikasi, dan kepedulian tinggi dalam membela masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan hukum.

MUI menilai penghargaan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong lahirnya sistem penegakan hukum yang lebih berkeadilan, humanis, dan berpihak kepada masyarakat kecil.

Selain itu, apresiasi ini juga diharapkan menjadi motivasi bagi para penegak hukum untuk terus mengawal hak-hak kelompok rentan. Di sisi lain, penghargaan tersebut memberikan harapan bagi masyarakat miskin dan dhuafa bahwa semakin banyak pihak yang berkomitmen memperluas akses terhadap keadilan dan perlindungan hukum.


Usai menerima penghargaan, Dudung Amadung Abdullah mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil dukungan banyak pihak yang selama ini turut mengawal perjuangannya dalam memberikan pendampingan hukum kepada masyarakat.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mengusulkan saya sebagai nominator. Terima kasih kepada DPP Hidayatullah, jaringan Hidayatullah di seluruh Indonesia, Muslimat Hidayatullah, Pemuda Hidayatullah, LBH Hidayatullah, Muslimat Dewan Dakwah, MUI Papua Barat Daya, IKADI Maluku Utara, STIE Hidayatullah, Cordova Peradaban Mulia Tangerang, Kibar Cendekia Muda Bandung, Ulil Amri Kupang, Mahad Aisyah, Serikat Pekerja Nasional, serta para tokoh dari berbagai daerah di Indonesia yang telah memberikan dukungan," ujar Dudung.

Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan amanah yang harus dijaga dengan terus memberikan pendampingan dan pembelaan kepada masyarakat miskin serta kelompok dhuafa yang membutuhkan kepastian hukum.

Dudung juga berharap sinergi antara ulama, penegak hukum, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen bangsa semakin kuat sehingga keadilan benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat tanpa membedakan kondisi ekonomi maupun latar belakang sosial.