ACEH TENGAH – Fenomena antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dipicu oleh maraknya informasi bohong atau hoaks terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang beredar luas di media sosial dan pesan berantai WhatsApp.
Isu tersebut memicu aksi panic buying atau pembelian berlebihan oleh masyarakat. Banyak warga yang datang membawa jeriken, sehingga menyebabkan antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter dan memicu kemacetan di beberapa titik. Situasi ini bahkan berlangsung hingga malam hari, di tengah meningkatnya kebutuhan energi menjelang momentum Ramadan dan Idul Fitri.
Narasi yang viral di platform digital menyebutkan bahwa pasokan BBM saat ini merupakan "kiriman terakhir", sehingga masyarakat diminta segera mengisi penuh tangki kendaraan mereka. Kabar menyesatkan inilah yang kemudian memicu kepanikan massal di lapangan.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Daerah bersama Pertamina memastikan bahwa distribusi BBM di wilayah Aceh tetap berjalan normal. Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menegaskan bahwa ketersediaan BBM untuk wilayah distribusi tersebut dalam kondisi sangat aman.
"Kapal pengangkut BBM dari Pertamina baru saja bersandar untuk memasok kebutuhan energi masyarakat di Aceh Tengah dan Bener Meriah," ujar Haili Yoga.
Berdasarkan data resmi, stok Pertalite saat ini tercatat sekitar 4,36 juta liter, Pertamax 1,34 juta liter, dan Solar mencapai 2,3 juta liter. Selain BBM, ketersediaan LPG untuk kebutuhan rumah tangga juga dipastikan mencukupi kebutuhan masyarakat selama masa hari raya.
Sementara itu, Kepolisian Daerah (Polda) Aceh meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Aparat kepolisian kini memperketat pengawasan di setiap SPBU guna mencegah praktik penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, menegaskan pihaknya akan mengambil langkah hukum tegas terhadap siapapun yang terbukti melakukan penimbunan BBM.
“Stok BBM di Aceh aman. Kami mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh hoaks dan tidak melakukan penimbunan. Jika ada indikasi pelanggaran, kami akan tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujar Joko.