Jakarta, 5 Maret 2026 – Pemerintah Iran menyambut positif upaya diplomasi Indonesia dalam meredakan ketegangan yang tengah bergejolak di Timur Tengah. Duta Besar Iran untuk Indonesia secara tegas membantah narasi yang beredar di media sosial mengenai klaim penghinaan terhadap Indonesia serta penolakan terhadap tawaran mediasi pemerintah RI.
Ketegangan di kawasan tersebut meningkat signifikan menyusul serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di Iran pada akhir Februari 2026. Situasi ini memicu aksi balasan dari Teheran dan meningkatkan kekhawatiran global akan potensi eskalasi konflik regional yang lebih luas.
Merespons kondisi tersebut, pemerintah Indonesia menyatakan kesiapannya untuk berperan sebagai mediator guna mendorong dialog antara Iran dan Amerika Serikat. Presiden RI, Prabowo Subianto, bahkan menyatakan kesediaannya untuk melakukan kunjungan diplomatik ke Teheran apabila kedua belah pihak membuka ruang mediasi. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen diplomasi aktif Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.
Namun, di tengah upaya damai tersebut, muncul narasi menyesatkan di media sosial yang mengeklaim Iran menolak mediasi Indonesia dengan pernyataan bernada merendahkan. Unggahan tersebut menyebut Iran meminta Indonesia untuk "mengurus rakyat miskin terlebih dahulu".
Duta Besar Iran untuk Indonesia memastikan bahwa informasi tersebut adalah hoaks. Ia justru menyampaikan apresiasi atas niat baik Indonesia yang ingin membantu meredakan ketegangan.
“Iran menghargai niat baik Indonesia yang ingin berperan sebagai juru damai. Kami mengapresiasi perhatian pemerintah Indonesia terhadap stabilitas kawasan,” ujar perwakilan diplomatik Iran dalam konferensi pers di Jakarta.
Meski demikian, pihak Iran menegaskan bahwa saat ini mereka belum membuka pintu negosiasi langsung dengan Amerika Serikat. Sikap tersebut didasarkan pada pandangan Teheran bahwa Washington merupakan pihak yang memicu eskalasi konflik.
“Iran tidak menolak peran negara lain yang ingin membantu menciptakan perdamaian. Namun posisi kami jelas, saat ini tidak ada negosiasi langsung dengan Amerika Serikat,” tambahnya.
Penjelasan ini sekaligus meluruskan persepsi publik bahwa Iran menolak Indonesia. Faktanya, penolakan Iran hanya ditujukan pada negosiasi langsung dengan AS, bukan terhadap upaya mediasi dari negara sahabat.